Jumat, 24 Mei 2013

MAKALAH SEGITIGA


MAKALAH MATEMATIKA
SEGITIGA


VIII Bilingual

Disusun Oleh ;
Zlljian Adet Jibrann


KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur kehadirat ALLAH swt. Yang telah memberikan waktu , kesempatan dan keselamatan kepada saya sehingga saya berkesempatan untuk mengerjakan Tugas yang diberikan oleh Ibu Syafrayana .Adapun tugas tersebut adalah membuat makalah tentang Segitiga.
            Makalah ini adalah suatu maklah yang membahas tentang segitiga . Yang akan memberikan penerangan lebih lanjut berkaitan dengan segitiga , baik dari macam-macamnya hingga Rumusnya.
            Akhir kata, penulis ingin mengucapkan mohon maaf jika ada kesalahan dari penyusunan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat dan dapat membawa kebaikan.

         Penulis,
Zlljian Adet Jibrann








PEMBAHASAN

A.    Pengertian Segitiga
Diberikan tiga buah titik A, B dan C yang tidak segaris. Titik A dihubungkan dengan B, titik B dihubungkan dengan titik C, dan titik C dihubungkan dengan titik A. Bangun yang terbentuk disebut segitiga.segitiga11.jpg
gambar segitiga tersebut merupakan segitiga ABC.
Segitiga merupakan bangun datar yang mempunyai tiga sisi.  Pada ∆ ABC di atas AB, BC dab AC disebut sisi segitiga ABC.
Ketiga sisi segitiga saling berpotongan dan membentuk sudut. Titik A, B, C disebuttitik sudut.
h1a2
Jadi sebuah segitiga memiliki tiga titik sudut, tiga sisi dan tiga sudut. Jumlah besar ketiga sudutnya adalah 180°.

B.     Jenis-Jenis Segitiga
1. Jenis-jenis Segitiga Ditinjau dari Sudut-sudutnya                 
Ditinjau dari sudut-sudutnya, segitiga dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a. Segitiga lancip    
Segitiga lancip adalah segitiga yang besar tiap sudutnya merupakan sudut lancip atau besar sudutnya antara 0° sampai dengan 90°.
h71.jpg
h7a
b. Segitiga tumpul
Segitiga tumpul adalah segitiga yang salah satu dari tiga sudutnya merupakan sudut tumpul atau besar sudutnya antara 90° dan 180°.
h9.jpg
h9a

c. Segitiga siku-siku
Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu sudutnya siku–siku atau besar sudutnya 90°.
h8.jpg
h8a
2. Jenis-jenis Segitiga Ditinjau dari Panjang Sisi-sisinya
Ditinjau dari panjang sisi-sisinya, segitiga dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Segitiga Sembarang
Segitiga sembarang adalah segitiga yang ketiga sisinya berbeda panjangnya dan ketiga sudutnya berbeda besarnya.
h4.jpg
h2a
b. Segitiga sama sisi
Segitiga sama sisi adalah segitiga yang ketiga sisinya sama panjang.
h6.jpg
h6a
c. Segitiga sama kaki
Segitiga sama kaki adalah segitiga yang mempunyai dua sisi sama panjang.
h5.jpg

3. Jenis-jenis Segitiga Ditinjau dari besar sudut dan Panjang Sisinya
Ditinjau dari besar sudut dan panjang sisinya, segitiga terbagi menjadi tujuh macam. Perhatikan table berikut ini :
tabel-1.jpg
Gambar segitiga:
1. Segitiga Lancip sama sisi
untitled.jpg
2. Segitiga Lancip sama kaki
lc-sk.jpg
3. Segitiga Tumpul sama kaki
tp-sk.jpg
4. Segitiga Siku-siku sama kaki
sk-sk.jpg
5. Segitiga Lancip sembarang
lc-sb.jpg
6. Segitiga Tumpul sembarang
tp-sb.jpg
7. Segitiga Siku-siku sembarang
sk-sb.jpg
4. Segitiga Istimewa
Segitiga istimewa merupakan segitiga yang memiliki sifat-sifat khusus (istimewa), baik mengenai hubungan panjang sisi-sisinya maupun hubungan besar sudut-sudutnya. Yang merupakan segitiga istimewa di antara jenis-jenis segitiga adalah :
– Segitiga siku-siku
h8 (1).jpg

- Segitiga sama kaki
h5.jpg
– Segitiga sama sisi
h6.jpg
C.    Sifat-Sifat Segitiga
1. Segitiga Siku-Siku
Segitiga siku-siku dapat dibentuk dari sebuah persegi panjang dengan menarik salah satu garis diagonalnya.
Perhatikan gambar berikut:
segi4.jpg
Bidang ABCD adalah persegi panjang. Dengan menarik diagonal AC, akan terbentuk dua segitiga siku-siku yang sama dan sebangun (konruen) yaitu ΔABC dan ΔADC.
Segitiga siku-siku mempunyai dua sisi siku-siku yang mengapit sudut siku-siku dan satu sisi miring (hypotenusa)
ΔABC mempunyai ciri-ciri:
AB dan BC sebagai sisi siku-siku, AC sebagai hypotenusa dan sudut ABC atau sudut B adalah sudut siku-siku (= 90°)
Dalam sebuah segitiga siku-siku, hypotenusa selalu terletak di depan sudut siku-siku.
2. Segitiga Sama Kaki
Dua buah segitiga siku-siku yang kongruen dapat membentuk sebuah segitiga sama kaki dengan mengimpitkan salah satu sisi siku-siku yang sama panjang dari kedua segitiga tersebut.
Perhatikan gambar berikut:
samakaki.jpg
ΔABD dan ΔDBC adalah dua segitiga siku-siku yang kongruen. Sisi BD adalah sisi siku-siku yang sama panjang dari kedua segitiga tersebut. Jadi ΔACD adalah segitiga sama kaki dengan sisi AD=DC.
Di dalam segitiga sama kaki terdapat :
·         Dua sisi yang sama panjang, sisi tersebut sering disebut kaki segitiga.
·         Dua sudut yang sama besar yaitu sudut yang berhadapan dengan sisi yang panjangnya sama.
·         Satu sumbu simetri.
Segitiga sama kaki merupakan bangun simetri lipat dan dapat menempati bingkainya dalam dua cara.
samakaki-1.jpgsamakaki-2.jpg

Dari gambar disamping terlihat bahwa :
1.      CD sebagai sumbu simetri
2.      A pindah ke B; B pindah ke A dan C tetap.
3.      AC pindah ke BC, maka AC=BC.
3. Segitiga Sama Sisi
Tiga buah garis lurus yang sama panjang dapat membentuk sebuah segitiga sama sisi dengan cara mempertemukan setiap ujung garis satu sama lainnya.
samasisi.jpg
Gambar (i) di atas menunjukkan gambar tiga garis lurus yang sama panjang, yaitu AB= BC=CA. Apabila ujung-ujung ketiga garis tersebut saling dipertemukan, A dengan A, B dengan B, dan C dengan C, maka akan terbentuk segitiga sama sisi ABC seperti terlihat pada gambar (ii) di atas
Di dalam segitiga sama sisi terdapat :
1.      Tiga sisi yang sama panjang.
2.      Tiga sudut yang sama besar.
3.      Tiga sumbu simetri.
D.    KELILING DAN LUAS SEGITIGA
Sebelum dibicarakan tentang Keliling dan Luas Segitiga, akan dibahas tentang alas dan tinggi (garis tinggi).
Garis Tinggi Segitiga
Garis tinggi adalah garis yang ditarik dari salah satu titik sudut dan tegak lurus dengan sisi di depannya.
Karena segitiga memiliki tiga buah titik sudut, maka setiap segitiga memiliki tiga buah garis tinggi.
Alas Segitiga
Setiap sisi segitiga dapat dipandang sebagai alas sebuah segitiga.
Perhatikan gambar berikut :
alas-tinggi.jpg
 Garis tinggi yang dibuat dari titik sudut C disebut tc, karena tegak lurus dengan alas atau sisi c atau  AB. Demikian pula dengan garis tinggi yang dibuat dati titik sudut B dan A disebut tb dan ta.
Keliling Segitiga
Keliling sebuah bidang datar adalah jumlah panjang sisi-sisi yang membatasi bidang datar tersebut. Jadi, keliling segitiga adalah jumlah panjang ketiga sisinya.
A. Melukis Segitiga Siku-Siku
kell.jpg
Jika K menyatakan keliling segitiga ABC maka
K = AB + BC + AC
K = c + a + b
Jadi keliling segitiga dirumuskan sebagai berikut:
kell-rmus.jpg
Luas Segitiga
Luas segitiga adalah setengah hasil kali panjang alas dan tingginya
luas.jpg
Keterangan :
a = alas
b = tinggi
H.     Teorema Pythagoras

h8.jpg
Hukum Teorema Pythagoras :
“ Pada segitiga siku-siku, kuadrat miring sama dengan jumlah kuaadrat sisi-sisi penyikunya”
Teorema Pythagoras untuk segitiga siku-siku ABC dirumuskan :
BC²  = AB² + AC²

Tripel Pythagoras adalah tiga pasang bilangan yang memenuhi hukum pythagoras. Misalkan untuk segitiga siku-siku ABC di atas, tripel pythagorasnya adalah :
AB
BC
AC
3
4
5
5
12
13
7
24
25
8
15
17
11
60
61
20
21
29

Garis istimewa dalam segitiga
Dalam segitiga, terdapat beberapa garis-garis istimewa, di antaranya sebagai berikut:
Garis berat, yaitu garis yang ditarik dari titik sudut ke pertengahan sisi di hadapannya. Ketiga garis berat melalui satu titik yang disebut titik berat. Titik berat membagi masing-masing garis berat dengan perbandingan 2 : 1.
Garis berat segitiga
Garis Berat Segitiga
Pada gambar di atas, garis berat ditandai dengan garis warna biru, yaitu AD, CF, dan BE. Garis berat tersebut berpotongan di titik P, yang merupakan titik berat. Titik berat merupakan titik pusat masa, bermanfaat dalam hal keseimbangan. Perbandingan garis berat adalah AP : PD = BP : PE = CP : PF = 2 : 1
Garis bagi, yaitu garis yang ditarik dari sebuah titik sudut dan membagi sudut tersebut menjadi dua bagian sama besar. Ketiga garis bagi melalui satu titik yang disebut titik bagi. Titik bagi merupakan pusat lingkaran dalam segitiga.
Garis bagi segitga
Garis Bagi Segitiga
Pada gambar di atas, AD, EC dan BG adalah garis bagi, sedangkan titik F merupakan titik bagi, atau titik pusat lingkaran. Jika dari titik F ditarik garis tegak lurus ke sisi segitiga, maka akan terbentuk jari-jari lingkaran dalam segitiga, misal garis FN. Jika dari titik F dibuat lingkaran dengan jari-jari FN terlukislah lingkaran dalam segitiga.
Garis tinggi, yaitu garis yang ditarik dari titik sudut dan tegak lurus sisi di hadapannya. Ketiga garis tinggi melalui satu titik yang disebut titik tinggi. AH, BI, dan CJ merupakan garis tinggi.
garis tinggi segitiga
Garis Tinggi Segitiga
Garis sumbu, merupakan garis yang tegak lurus pada pertengahan garis/sisi itu. Perhatikan gambar berikut, garis sumbu ditandai dengan garis yang berwarna biru. Ketiga garis sumbu berpotongan di satu titik, yaitu titik O dan merupakan titik pusat lingkaran luar segitiga.
garis sumbu
Garis Sumbu Segitiga
Kiranya sekian sedikit ringkasan mengenai jenis-jenis segitiga beserta garis-garis istimewa dalam segitiga, moga bisa bermanfaat. Teorema yang berhubungan dengan segitiga juga sangat banyak, misal ada dalil stewart, kesebangunan, teorema garis bagi, dan masih banyak yang lainnya. Silakan dieksplorasi.















DAFTAR PUSTAKA





Tidak ada komentar:

Posting Komentar