Rabu, 29 Mei 2013

Teks Pidato Islam (by Zlljian Adet Jibran)


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah,
Alhamdulillahirabbil ‘alamin wassalatu wassalamu ala asrafil ambiya’i wal mursalin sayyidina muhammadin wa’ala alihi wa ashabihi ajma’in , amma ba’du.

Pertama-tama, mari kita Panjatkan Puji dan syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan kita rahmat dan karunia-Nya ,sehingga kita dapat hadir dan berkumpul di tempat ini dalam kondisi yang baik dan dalam situasi yang berbahagia. Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan  kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Yang telah membimbing kita dari kegelapan menuju terang benderang, dari kebodohan menuju kepandaian dan dari masa Jahiliyah menuju Masa seperti sekarang ini.

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Kewajiban Menuntut Ilmu”.
            Ilmu mempunyai peranan penting dalam perjalanan kehidupan ini, karena dengan ilmu yang dimiliki, seseorang akan mampu membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Dengan ilmu seseorang akan lebih mantap lagi dalam beribadah kepada Allah swt. Karena tahu dasar dan tujuannya. Namun sebaliknya, apabila seseorang yang buta akan ilmu, maka segala sesuatu yang di kerjakannya sia-sia karena tidak tahu dasar dan tujuannya. Agar hal semacam ini tidak sampai pada diri seorang Muslim, maka perlu diketahui bahwa kita mempunyai kewajiban untuk menuntut ilmu.
            Sebagaimana Rasulullah saw, bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya:“Menuntut ilmu wajib bagi orang Muslim”.(H.R.Ibnu Majah)

Hadirin wal hadirat Rahimakumullah

Sejak awalnya pada penciptaan Manusia yang pertama yaitu Adam as. Telah diajarkan pengetahuan secara Universal oleh Allah swt. Secara langsung. Adam diajari tentang nama-nama benda dan Adam as bisa menguasainya sebagaimana dijelaskan Didalam   QS. Al-Baqarah ayat ke 31. Allah swt berfirman :

Artinya :’’Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para Malaikat,seraya berfirman,’’sebutkan pada-Ku nama semua(benda) ini,jika kamu yang benar’’.(QS.Al-Baqarah:31)




dan pada ayat berikutnya Malaikat menjawab ,


Artinya: “Mereka menjawab,” Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang Engkau telah ajarkan kepada kami.sungguh Engkaulah yang maha mengetahui dan maha bijaksana.”(QS.Al-Baqarah:32)
Firman tersebut mengindikasikan bahwa ilmu itu harus dipelajari atau tidak serta merta hadir dalam diri manusia terbawa sejak lahir. Pengetahuan Adam as ini tak lepas dari kata   علم (‘allama) yang artinya ajar dan pada ayat itu pula digambarkan bahwa para Malaikat Allah swt..tidak bisa mengetahui sebab tidak mempelajarinya.

Hadirin wal Hadirat yang di rahmati Allah swt,
            Orang yang mendambakan kebahagian di dunia, maka harus mempunyai ilmu, begitu pula orang yang mendambakan kebahagiaan di akhirat, maka harus mempunyai ilmu.sebagaimana sabda Rasulullah saw:

مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

Artinya:  ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka hendaklah baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akhirat, maka hendaklah baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka hendaklah baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)

Pada hakikatnya manusia itu sangatlah dimuliakan oleh Allah swt. pada penciptaannya, bahkan mahluk-mahluk Allah yang lebih dahulu diciptakan seperti Jin,Syaitan dan para Malaikat tiada kuasa menandingi keistimewaan yang dimiliki oleh Manusia. ini dikarenakan manusia diberi kemampuan berfikir dan nafsu, hanya saja banyak manusia yang tergelincir kepada kesesatan, sebab salah atau keliru memanfaatkan  anugerah akal yang selalu beriringan dengan nafsu. Maka bermunculanlah dimuka bumi manusia-manusia yang rusak jiwanya,buas perilakunya serta bejat ahlaknya .Sebagai contoh Fir’aun yang bisa dibilang sangat jenius, ahli dibidang kepemimpinan dan cara mengendalikan serta memberi pengaruh yang luar biasa pada  suatu kaum dan bangsanya, tidak bisa memanfaatkan kekuasaan dan pengaruhnya tersebut untuk menyembah kepada Allah swt, Ada juga manusia yang menguasai teknologi dan taktik perang tapi nafsunya untuk menguasai dunia tidak terkendali hingga membawa pada bencana dan tragedi dunia yang sungguh  luar biasa sebagai contoh Adolf Hitler dan Josef Stalin . Dan sangat banyak lagi kisah dari perjalanan panjang manusia dimuka bumi yang tidak mampu arif pada diri serta lingkungannya meski manusia adalah mahluk yang pintar. Semua ini tidak akan terjadi jika manusia beriman kepada Allah swt. Dengan cara berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw .sebab hanya ini cara yang mutlak jikalau manusia menginginkan kebahagiaan didunia terlebih diakhirat kelak.

Hadirin wal Hadirat yang sama berbahagia
           
Perlu kita sadari, bahwasanya mencari ilmu yang paling baik adalah semasa masih kanak-kanak.Karena pada masa itu, daya tangkapnya masih sangat kuat, dan semua ilmu yang diterima akan melekat kokoh dan akan sangat mempengaruhi cara fikir dan pola hidup manusia itu sendiri, berbeda dengan belajar sesuadah dewasa ilmu itu akan mudah diingat dan mudah pula dilupakan.Tapi, walaupun begitu, menuntut ilmu tidak mengenal batasan usia. Rasulullah saw bersabda:

الْمَهْدِ اِلَى اللَّحْدِ مِنَ اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ
                                                                                                                            
Artinya: “Tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai ke liang lahat.”(H.R.Bukhori)

Hadirin wal hadirat yang dirahmati Allah swt.
            Sebagai seorang manusia , kita membutuhkan ilmu, yang tentunya harus di barengi dengan iman dan taqwa kepada Allah swt. , dengan adanya ilmu , manusia tidak akan mudah tertipu. Ilmu itu sangatlah penting , ilmu tidak hanya menjaga kita di dunia , tetapi juga akan menjaga kita di akhirat kelak. Sebagaimana sabda Rasulullah saw :

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى
الْجَنَّةِ
                               
Artinya  :  ”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah   memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmudzi)

            Betapa mulianya  , seseorang yang menuntut ilmu , sampai-sampai ilmu tersebut tidak hanya untuk menambah kepandaian , tetapi juga Allah swt. mempermudah jalan menuju surga kepada kita yang senantiasa menuntut ilmu . Maka dari itu , Jadilah pewaris ilmu bukan pewaris harta, sesungguhnya ilmu menjagamu dan kamu menjaga harta, dan sesungguhnya ilmu itu menolongmu dan harta akan mencelakaimu.

Hadirin wal hadirat yang sama berbahagia
            Akhir kata, saya ingin mengajak kepada kita semua  , “marilah kita menuntut ilmu sebagai kaum muslim laki-laki maupun perempuan dimanapun kita berada dan berapapun usia kita, karena sesungguhnya ilmu itu akan senantiasa menjaga kita  di dunia dan diakhirat. Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa bagaikan mengukir di atas air. Kalau main gitar pakai akar kedongdong Kalau mau pintar belajar dulu dong”.

            Demikianlah pidato yang telah saya sampaikan , insya Allah bermanfaat dan dapat kita amalkan di kehidupan sehari-hari terutama untuk diri saya pribadi dan seluruh umat islam pada umumnya. Semua kebenaran yang saya sampaikan tadi datangnya hanya dari Allah swt. , adapun jika ada kekeliruan datangnya dari saya sebagai hamba yang tidak luput dari kesalahan.
Subhanaka Allahumma wa Bihamdik, Asyhadu Alla ilaahailla anta Astaghfiruka wa Atuubu ilaik, Wa Billahitaufik Wal Hidayah Wassalamua’alaikum  Warahmatullahi Wabarakatuh



Tidak ada komentar:

Posting Komentar