Assalamu
‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah,
Alhamdulillahirabbil
‘alamin wassalatu wassalamu ala asrafil ambiya’i wal mursalin sayyidina
muhammadin wa’ala alihi wa ashabihi ajma’in , amma ba’du.
Pertama-tama,
mari kita Panjatkan Puji dan syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan
kita rahmat dan karunia-Nya ,sehingga kita dapat hadir dan berkumpul di tempat
ini dalam kondisi yang baik dan dalam situasi yang berbahagia. Shalawat dan
salam senantiasa kita curahkan kepada Baginda
Nabi Muhammad SAW. Yang telah membimbing kita dari kegelapan menuju terang
benderang, dari kebodohan menuju kepandaian dan dari masa Jahiliyah menuju Masa
seperti sekarang ini.
Pada
kesempatan yang berbahagia ini saya akan menyampaikan sebuah pidato yang berjudul
“Kewajiban Menuntut Ilmu”.
Ilmu mempunyai peranan penting dalam perjalanan kehidupan
ini, karena dengan ilmu yang dimiliki, seseorang akan mampu membedakan mana
yang hak dan mana yang bathil. Dengan ilmu seseorang akan lebih mantap lagi
dalam beribadah kepada Allah swt. Karena tahu dasar dan tujuannya. Namun
sebaliknya, apabila seseorang yang buta akan ilmu, maka segala sesuatu yang di
kerjakannya sia-sia karena tidak tahu dasar dan tujuannya. Agar hal semacam ini
tidak sampai pada diri seorang Muslim, maka perlu diketahui bahwa kita
mempunyai kewajiban untuk menuntut ilmu.
Sebagaimana Rasulullah saw, bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ
مُسْلِمٍ
Artinya:“Menuntut
ilmu wajib bagi orang Muslim”.(H.R.Ibnu Majah)
Hadirin wal hadirat Rahimakumullah
Sejak
awalnya pada penciptaan Manusia yang pertama yaitu Adam as. Telah diajarkan
pengetahuan secara Universal oleh Allah swt. Secara langsung. Adam diajari
tentang nama-nama benda dan Adam as bisa menguasainya sebagaimana dijelaskan Didalam QS. Al-Baqarah ayat ke 31. Allah swt
berfirman :
Artinya :’’Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama
(benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para Malaikat,seraya
berfirman,’’sebutkan pada-Ku nama semua(benda) ini,jika kamu yang benar’’.(QS.Al-Baqarah:31)
dan pada ayat berikutnya
Malaikat menjawab ,
Artinya: “Mereka menjawab,”
Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang Engkau telah
ajarkan kepada kami.sungguh Engkaulah yang maha mengetahui dan maha bijaksana.”(QS.Al-Baqarah:32)
Firman tersebut
mengindikasikan bahwa ilmu itu harus dipelajari atau tidak serta merta hadir
dalam diri manusia terbawa sejak lahir. Pengetahuan Adam as ini tak lepas dari
kata علم (‘allama) yang artinya ajar dan pada ayat
itu pula digambarkan bahwa para Malaikat Allah swt..tidak bisa mengetahui sebab
tidak mempelajarinya.
Hadirin
wal Hadirat yang di rahmati Allah swt,
Orang yang mendambakan kebahagian di dunia, maka harus
mempunyai ilmu, begitu pula orang yang mendambakan kebahagiaan di akhirat, maka
harus mempunyai ilmu.sebagaimana sabda Rasulullah saw:
مَنْ
أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ
فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
Artinya: ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan
dunia maka hendaklah baginya
memiliki ilmu, dan
barang siapa yang menghendaki kehidupan Akhirat, maka hendaklah baginya
memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka hendaklah baginya
memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)
Pada
hakikatnya manusia itu sangatlah dimuliakan oleh Allah swt. pada penciptaannya,
bahkan mahluk-mahluk Allah yang lebih dahulu diciptakan seperti Jin,Syaitan dan
para Malaikat tiada kuasa menandingi keistimewaan yang dimiliki oleh Manusia. ini
dikarenakan manusia diberi kemampuan berfikir dan nafsu, hanya saja banyak
manusia yang tergelincir kepada kesesatan, sebab salah atau keliru
memanfaatkan anugerah akal yang selalu
beriringan dengan nafsu. Maka bermunculanlah dimuka bumi manusia-manusia yang
rusak jiwanya,buas perilakunya serta bejat ahlaknya .Sebagai contoh Fir’aun
yang bisa dibilang sangat jenius, ahli dibidang kepemimpinan dan cara
mengendalikan serta memberi pengaruh yang luar biasa pada suatu kaum dan bangsanya, tidak bisa memanfaatkan
kekuasaan dan pengaruhnya tersebut untuk menyembah kepada Allah swt, Ada juga
manusia yang menguasai teknologi dan taktik perang tapi nafsunya untuk
menguasai dunia tidak terkendali hingga membawa pada bencana dan tragedi dunia
yang sungguh luar biasa sebagai contoh
Adolf Hitler dan Josef Stalin . Dan sangat banyak lagi kisah dari perjalanan
panjang manusia dimuka bumi yang tidak mampu arif pada diri serta lingkungannya
meski manusia adalah mahluk yang pintar. Semua ini tidak akan terjadi jika
manusia beriman kepada Allah swt. Dengan cara berpedoman kepada Al-Qur’an dan
Sunnah Rasulullah saw .sebab hanya ini cara yang mutlak jikalau manusia
menginginkan kebahagiaan didunia terlebih diakhirat kelak.
Hadirin wal Hadirat yang sama berbahagia
Perlu
kita sadari, bahwasanya mencari ilmu yang paling baik adalah semasa masih
kanak-kanak.Karena pada masa itu, daya tangkapnya masih sangat kuat, dan semua
ilmu yang diterima akan melekat kokoh dan akan sangat mempengaruhi cara fikir
dan pola hidup manusia itu sendiri, berbeda dengan belajar sesuadah dewasa ilmu
itu akan mudah diingat dan mudah pula dilupakan.Tapi, walaupun begitu, menuntut
ilmu tidak mengenal batasan usia. Rasulullah saw bersabda:
الْمَهْدِ
اِلَى اللَّحْدِ مِنَ اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ
Artinya: “Tuntutlah
ilmu mulai dari buaian sampai ke liang lahat.”(H.R.Bukhori)
Hadirin wal hadirat yang dirahmati Allah swt.
Sebagai seorang manusia , kita membutuhkan ilmu, yang
tentunya harus di barengi dengan iman dan taqwa kepada Allah swt. , dengan
adanya ilmu , manusia tidak akan mudah tertipu. Ilmu itu sangatlah penting ,
ilmu tidak hanya menjaga kita di dunia , tetapi juga akan menjaga kita di
akhirat kelak. Sebagaimana sabda Rasulullah saw :
مَنْ
سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى
الْجَنَّةِ
Artinya : ”Barang
siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmudzi)
Betapa mulianya ,
seseorang yang menuntut ilmu , sampai-sampai ilmu tersebut tidak hanya untuk
menambah kepandaian , tetapi juga Allah swt. mempermudah jalan menuju surga
kepada kita yang senantiasa menuntut ilmu . Maka dari itu , Jadilah pewaris
ilmu bukan pewaris harta, sesungguhnya ilmu menjagamu dan kamu menjaga harta,
dan sesungguhnya ilmu itu menolongmu dan harta akan mencelakaimu.
Hadirin wal hadirat yang sama berbahagia
Akhir kata, saya ingin mengajak kepada kita semua , “marilah
kita menuntut ilmu sebagai kaum muslim laki-laki maupun perempuan dimanapun
kita berada dan berapapun usia kita, karena sesungguhnya ilmu itu akan
senantiasa menjaga kita di dunia dan
diakhirat. Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar
sesudah dewasa bagaikan mengukir di atas air. Kalau main gitar pakai akar
kedongdong Kalau mau pintar belajar dulu dong”.
Demikianlah pidato yang telah saya sampaikan , insya
Allah bermanfaat dan dapat kita amalkan di kehidupan sehari-hari terutama untuk
diri saya pribadi dan seluruh umat islam pada umumnya. Semua kebenaran yang
saya sampaikan tadi datangnya hanya dari Allah swt. , adapun jika ada
kekeliruan datangnya dari saya sebagai hamba yang tidak luput dari kesalahan.
Subhanaka
Allahumma wa Bihamdik, Asyhadu Alla ilaahailla anta Astaghfiruka wa Atuubu
ilaik, Wa Billahitaufik Wal Hidayah Wassalamua’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar